Angka 2.000 km yang sering disebut bengkel tidak berlaku untuk semua orang. Yang menentukan bukan hanya jarak, tetapi cara Anda memakainya.
Pertanyaan ini muncul hampir setiap hari di showroom, dan jawabannya selalu sama: tergantung bagaimana motornya dipakai.
Patokan umum untuk oli mesin motor matic adalah setiap 2.000 sampai 3.000 kilometer, atau dua bulan sekali — mana yang lebih dulu tercapai. Bagian "mana yang lebih dulu" ini yang sering dilupakan. Motor yang hanya dipakai ke pasar seminggu dua kali tetap perlu ganti oli meski jarumnya belum bergerak jauh, karena oli menua bukan cuma karena gesekan, tetapi juga karena air dan uap yang mengembun di dalam mesin.
Kalau perjalanan harian Anda didominasi macet, majukan jadwalnya. Mesin yang lama hidup dalam keadaan diam bekerja keras tanpa aliran udara yang cukup, dan oli menanggung panas itu. Pemakaian di kota besar pada jam berangkat kerja bisa membuat oli habis masa pakainya di kilometer 1.800.
Oli gardan berbeda ceritanya. Ia jauh lebih awet — cukup setiap tiga sampai empat kali ganti oli mesin, kira-kira setiap 8.000 sampai 10.000 kilometer. Sering terlewat karena tidak ada yang mengingatkan, padahal gardan kering menimbulkan bunyi mendengung yang perbaikannya jauh lebih mahal daripada olinya sendiri.
Soal merek dan tingkat kekentalan, ikuti saja yang tertulis di buku manual atau di stiker dekat tutup oli. Angka seperti 10W-30 bukan saran, itu spesifikasi. Memakai oli yang lebih kental karena "biar awet" justru membuat mesin bekerja lebih berat saat dingin.
Satu tanda yang layak diingat: bila mesin terasa lebih bergetar dari biasanya di putaran rendah dan tarikan awal terasa berat, itu sering kali oli yang sudah minta diganti — bukan karburator atau injektor. Cek dulu yang murah sebelum membongkar yang mahal.
