Cicilan yang terlihat ringan sering kali hanya berarti tenornya panjang. Cara menghitung total yang benar-benar Anda bayar.
Yang ditampilkan besar-besar di brosur pembiayaan hampir selalu angka cicilan per bulan. Itu angka yang paling mudah dicerna, dan justru karena itu paling mudah dipakai untuk menyamarkan biaya sebenarnya.
Cicilan ringan bisa berarti dua hal: uang mukanya besar, atau tenornya panjang. Yang kedua jauh lebih sering. Menaikkan tenor dari 24 bulan menjadi 35 bulan memang menurunkan cicilan bulanan secara mencolok, tetapi total yang Anda bayarkan sampai lunas naik cukup banyak karena bunga dihitung lebih lama.
Cara memeriksanya sederhana: kalikan cicilan bulanan dengan jumlah bulan, lalu tambahkan uang muka. Bandingkan hasilnya dengan harga tunai motor tersebut. Selisihnya adalah biaya yang Anda bayar untuk mencicil. Lakukan perhitungan ini untuk dua atau tiga pilihan tenor sebelum menandatangani apa pun.
Uang muka yang lebih besar hampir selalu menguntungkan bila Anda mampu. Selain menurunkan pokok yang dibungakan, ia juga memperkecil kemungkinan nilai motor jatuh di bawah sisa utang — keadaan yang menyulitkan bila di tengah jalan Anda perlu menjualnya.
Perhatikan juga biaya yang tidak masuk dalam angka cicilan: administrasi, asuransi, dan provisi. Tanyakan totalnya di muka dan minta tertulis. Lembaga pembiayaan yang benar tidak akan keberatan.
Terakhir, periksa aturan pelunasan dipercepat. Sebagian pembiayaan mengenakan penalti bila Anda melunasi lebih awal, dan besarnya bervariasi. Kalau ada kemungkinan Anda akan melunasi di tengah jalan, ini pertanyaan yang layak diajukan sejak awal.
Simulator kredit di halaman detail setiap motor kami memakai perhitungan yang sama dengan yang dijelaskan di atas, jadi Anda bisa mencoba beberapa kombinasi DP dan tenor sebelum berbicara dengan siapa pun.
